Kamis, 05 April 2012

Manusia Seperti Sebuah Buku

Cover depan adalah tanggal lahir.

Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.

Ada buku yg tebal,

ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca,

ada yg sama sekali tidak menarik.

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di’edit’ lagi.

Tapi hebatnya,

seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,

TUHAN selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.

Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih TUHAN utk hari yg baru ini.

Syukuri hari ini….

dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata.

Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada TUHAN, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.

Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti.

Selamat menulis di buku kehidupanmu,

Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena kebijaksanaan.

Aku berdoa dan berharap :

“agar TUHAN selalu menyertai setiap langkahmu”

……….karena……..

TUHAN tidak pernah menjanjikan bahwa

langit itu selalu biru,

Bunga selalu mekar,

dan Mentari selalu bersinar..

Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu

memberi pelangi di setiap badai,

Senyum di setiap air mata,

Berkah di setiap cobaan,

dan jawaban di setiap do’a.

0 komentar:

Posting Komentar